Rabu, 30 Agustus 2017

ADMIRAL MUSLIM KHAIRUDDIN BARBAROSSA



ADMIRAL MUSLIM KHAIRUDDIN BARBAROSSA
(Distorsi Sejarah Tokoh Muslim Legendaris)
Hendro Kartika Juniawan[1]

Abstrak : Khairuddin Barbarossa adalah seorang Admiral Islam yang paling masyhur, terutama pada masa pemerintahan Kesultanan Turki Utsmani pada pertengahan periode Islam. Banyak sekali prestasi dan jasa yang telah di torehkan olehnya terutama untuk membela Islam melalui jalur perairan atau laut. Ia berhasil menjadi seorang admiral laut yang di segani dan di takuti oleh Barat, walaupun dimasa mendatang namanya akan berusaha di pudarkan dari benak kaum muslimin sebagai Bajak Laut atau Perompak yang berkonotasi negative.
Kata Kunci : Khairuddin Barbarossa, Admiral Laut Islam, Bajak Laut, Turki Utsmani.
Di masa modern ini siapa yang tidak kenal dengan sebutan Bajak Laut (lanun) yaitu sekelompok orang atau individu yang melakukan kegiatan perampokan di wilayah perairan atau laut yang secara paksa menjarah dan merampas semua barang berharga yang dimiliki para nelayan, pedagang dan semua aktivitas kapal di perairan, yang dipandang menguntungkan yang tentunya berada diwilayah kekuasaan mereka. Jika pada masa sekarang ini, kita mendengar kata Bajak Laut, pastilah akan berprasangka dan menimbulkan konotasi yang buruk atau negative pada benak pikiran kita. Dan dalam sejarah, ternyata Islam memiliki seorang Bajak Laut, namun tak pantas untuk dipanggil sebagai seorang Bajak Laut karena ia lebih dari itu, ia adalah Khoiruddin Barbarossa yang merupakan Admiral Kesultanan Turki Utsmani yang memiliki jiwa pemberani dan cakap. Ia merupakan komandan dari semua armada laut atau militer angkatan laut yang dimiliki oleh Kesultanan Turki Utsmani pada pertengahan periode Islam (Hamka, 2016 : 447).
Khairuddin pada masa dahulunya adalah seorang bajak laut (lanun) Yunani yang dibawa oleh ayahnya datang berkhidmat kepada sultan dan memeluk agama Islam. keahliannya serta kecakapannya dalam persoalan kelautan telah menaikan wibawanya dalam kerajaan sehingga akhirnya ia mendapat keparcayaan dan pangkat yang tinggi (Hamka, 2016 : 477). Namun, dalam sumber lain dikatakan bahwa Khairuddin merupakan seorang kepala keprajuritan yang mengadakan operasi di luar wilayah Tunisia, untuk mengambil alih Aljazair pada tahun 1529 M. Lalu bergabung dengan kesultanan Turki Utsmani dan di angkat sebagai laksamana tinggi bagi armada laut Turki Utsmani (Dwi Ratnasari, 2013 : 82).
Pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman I di susunlah armada angkatan laut Turki Utsmani dibawah pimpinan Laksamana Khairuddin Pasya, yang lebih dikenal dengan gelar Barbarossa atau si janggut merah (Hamka, 2016 : 447). Pada abad ke-16 M, angkatan laut Turki Utsmani dengan Admiralnya yang cakap dan tangguh mencapai puncak kejayaannya (Badri Yatim, 2014 : 135), dan sangat di segani serta ditakuti oleh Barat terutama oleh armada laut Spanyol, Genoa dan Valentina (Dwi Ratnasari, 2013 : 84). Pada masa Sultan Sulaiman I kekuatan armada laut Kesultanan Turki Utsmani mencapai sebesar 3.000 kapal perang yang dapat mengawasi perairan Laut Saved, Andriantik, Marmora, Azaq, Laut Hitam, Laut Merah dan Laut Tengah. Kekuatan tersebut merupakan kekuatan armada raksaksa yang tidak bisa ditandingi oleh Eropa pada waktu itu (Ading Kusdiana, 2013 : 132).
Khairuddin Barbarossa memiliki peranan yang signifikan dalam kemiliteran Turki Utsmani, terutama dalam angkatan laut dan kemaritiman. Ia membantu Sultan Sulaiman I menghadapi orang-orang Spanyol serta menyelamatkan ribuan muslim Spanyol dari kekejaman Kristen Eropa. Dimana pada tahun 935 H/1529 M, kapal-kapal laut Turki Utsmani diberangkatkan menuju Spanyol untuk mengangkut 7000 Muslim Spanyol yang diburu oleh pemerintah Kristen Spanyol untuk dibunuh, dipaksa masuk Kristen atau dijadikan budak (Hilfah Soultansyah, 2014 : 5).
 Khoiruddin Barbarosa juga berperan dalam menghadapi serangan orang-orang Spanyol di Laut Mediterania. Spanyol menderita kerugian yang sangat besar karena kalah dalam pertempuran tersebut. Dan penderitaan terbesar aliansi Kristen adalah dalam Perang Preveza pada tahun 945 H/1538 M yang berhasil di kalahkan oleh pasukan muslim dengan dipimpin oleh Admiral lautnya yang cakap (si Barbarossa). Khoiruddin Barbarosa juga dipercaya dalam membangun kerja sama militer dengan Prancis saat membebaskan Kota Nice pada tahun 950 H/1543 M. Hasil dari kerja sama ini adalah Turki Utsmani diberikan kekuasaan atas kota pelabuhan Toulon. Dan Kota Toulon pun menjadi basis militer dan pelabuhan Kesultanan Turki Utsmani di Laut Mediterania bagian barat (Hilfah Soultansyah, 2014 : 5).
Jika dilihat dalam sejarah, kita dapat melihat betapa berjasanya dan betapa pentingnya posisi serta peranan Khairuddin Barbarossa bagi umat Islam, terutama bagi Kesultanan Turki Utsmani pada saat itu, yang mana dengan kecakapan dan keahliannya, armada laut Turki Utsmani dapat disegai dan bahkan ditakuti oleh Barat. Namun, belakangan ini umat Islam sudah banyak melupakan sejarahnya, mereka tidak menyadari bahwa tokoh Admiral legendaris Islam mereka yang telah berjasa itu telah berusaha di pudarkan dan dirusak nama serta wibawanya oleh Barat. Distorsi sejarah yang dilakukan oleh Barat sangatlah halus, sehingga kita sebagai targetnya tidak menyadari hal tersebut. Mereka melakukan pen-distorsian sejarah melalui sarana hiburan, salah satunya melalui peroduksi film. Dimana mereka berusaha merubah tokoh faktual Islam yang begitu berjasa bagi umat Islam, menjadi tokoh fiksi yang dirubah citra serta karakternya. Hal ini dimaksudkan agar umat muslim lupa bahwa dahulu mereka pernah memiliki seorang tokoh admiral laut yang sangat cakap dan tangguh bahkan ditakuti oleh Barat.
Dalam berbagai film yang diprosuksi oleh Barat, menggambarkan Khairuddin Barbarossa yang merupakan komandan armada laut Turki Utsmani yang cakap, tangguh dan bijak sana, digambarkan sebagai seorang bajak laut yang kejam dan juga licik. Contohnya seperti dalam film Pirates of Carribean (2003), One Piece (1998) serta yang lainnya. Tentu jika kita melihat dalam literatur sejarah, cerita dalam film tersebut sangat berbenturan dengan fakta sejarah. Meskipun film tersebut di kategorikan ke dalam film-film fiksi, namun pengambilan tema dan tokoh dari film tersebut merupakan sejarah yang benar-benar pernah terjadi, dan itu merupakan hal yang kurang layak karena mengaburkan fakta sejarah dan akhirnya dapat mempengaruhi ke alam bawah sadar masyarakat bahwa yang ditayangkan film tersebut merupakan sejarah yang dapat dibenarkan (M. Ryan Hafiez, 2016 : 41).
Sehingga saat ini, umat Islam perlu bersikap kritis dan membuka mata serta hati untuk tidak bersikap apatis atau acuh tak acuh terhadap segala hal yang terjadi di kehidupan kita ini, terutama menyangkut mengenai agama kita agama Islam. Dan terutama kita umat Islam harus  melek sejarah dan berusaha untuk mempelajari sejarah agar tidak dapat di bodohi dan dibohongi oleh mereka (Barat) yang ingin merusak sejarah kegemilangan dan kejayaan kita dimasa lalu.
 Satu hal yang dirasa cocok untuk umat Islam hari ini adalah Kalimat “Bangun setelah itu Bangkit”, mari bangun dari tidur panjang nan lelap kita, mulailah untuk bangkit mengejar ketertinggalan kita, kita mampu dan kita pasti bisa mengulang sejarah kejayaan dan kegemilangan kita seperti dimasa lalu. Satu hal yang patut di camkan bagi umat Islam bahwa sejarah itu penting karena sejarah menurut Bambang Purwanto, “bukan hanya sekedar ilmu atau kerja intelektual, namun sejarah juga adalah sebagai ideologi”.


KESIMPULAN
Dalam sejarah kita memiliki seorang “Admiral Muslim Legendaris” yang berperan sangat penting dalam angkatan laut Kesultanan Turki Utsmani, ia merupakan Khairuddin Barbarossa yang merupakan seorang Admiral armada laut Turki Utsmani. Ia merupakan figur yang sangat cakap, tangguh dan bijaksana, sehingga pantaslah dengan peranannya, armada laut Turki Utsmani menjadi sangat di segani bahkan ditakuti oleh lawan-lawannya (Barat). Banyak sekali pengaruh dan peranannya yang sangat signifikan bagi Kesultanan Turki Utsmani. Namun, pada hari ini barat melakukan propaganda untuk berusaha memudarkan nama dan wibawa Khairuddin Barbarossa dengan memproduksi berbagai film yang menggambarkan bahwa ia sebagai seorang bajak laut yang kejam dan licik, seperti dalam film Pirates of Carribean (2003), One Piece (1998) serta yang lainnya.




DAFTAR PUSTAKA
Dr. Hamka, Prof. 2016. “Sejarah Umat Islam”. Gema Insani : Jakarta.
Yatim, Badri. 2014. “Sejarah Peradaban Islam II”. Rajawali Pers : Jakarta.
Kusdiana, Ading. 2013. “Sejarah Kebudayaan Islam Periode Pertengahan”. Pustaka Setia : Bandung.
Ratnasari, Dwi. 2013. “Sulaiman al-Qanun : Sultan Terbesar Kerajaan Turki Utsmani”. UIN Sunan Kalijaga : Yogyakarta.
Ryan Hafiez, Muhammad. 2016. “Politik Ekspansi Turki Utsmani di Bawah Kepemimpinan Suleiman The Magnificent 1520-1566 M”. Universitas Pendidikan Indonesia : Bandung.

Soultansyah, Hilfah. 2014. “Sultan Sulaiman al-Qanun (Suleiman the Magnificent)”. http://hilfan.staff.telkomuniversity.ac.id







[1] Mahasiswa Sejarah Peradaban Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Email : h3ndro26@gmail.com, @SejarahperadabanIslampertengahan

Tidak ada komentar: