SANG PEMIMPI
Oleh :
H. Saefullah
(Bandung, 8
Agustus 2018)
Pelita menerangi pertengahan malam
Semburatnya menjalar ke setiap sisi yang tak
terhijab oleh materi
Di bawah naungannya, Sang Pemimpi masih asyik dengan
rutinitas malam
Mengarungi samudra lelap penuh fatamorgana, diujung
ombak realitas hidup
Ketika malam mulai beranjak pada puncak
eksistensinya
Dimana ketika dzatnya termanifestasikan pada gelap
dan pekatnya
Sang pemimpi hampir terjaga dari tidurnya
Namun ketika ia beranjak, mimpi menjegal jiwa untuk
tetap lelap dalam tidurnya
Mimpi merupakan angan yang terpisah dari realitasnya
Memaksa keluar dari persepsi tuannya
Kemudian memanjat benteng kesadaran dan melompat
Menemui jiwa, untuk bermalam bersamanya
Tak semua jiwa, mampu untuk berdamai dengan mimpinya
Namun, semua mimpi merupakan persepsi jiwanya
Terkadang, ia memilih menamfikannya
Kadang juga menjabat tangannya
Dalam mimpi kau dapat menjadi ini
Dalam mimpi kau dapat menjadi itu
Dalam mimpi kau juga dapat menjadi apapun dan
siapapun
Tidak sulit untuk menjadi orang lain dalam mimpimu
Namun sangat sulit untuk menjadi tetap dirimu dalam
mimpimu
Hanya Sang Pemimpi yang dapat melakukannya
****

Tidak ada komentar:
Posting Komentar