Jumat, 15 Mei 2020

MINI RISET: BIOGRAFI ABDURRAUF SINGKEL


MINI RISET : BIOGRAFI ABDURRAUF SINGKEL

ABSTRAK

‘Abd al-Ra’uf bin Ali al-Jawi al-Fansuri al-Sinkili merupakan salah satu ulama terkemuka asal Aceh yang mewarnai perkembangan Islam di Nusantara-Melayu pada abad ke-7 M. Beliau lahir pada tahun 1615 M di Sinkil, Aceh, sedang Ayah beliau bernama Syekh Ali Fansuri, yang telah lama tinggal dan menetap di daerah Fanshur (Barus). Dari ayahnya lah al-Sinkili memulai pendidikan pertamanya dalam mempelajari ajaran dan ilmu keislaman, yang kemudian melanjutkannya ke Fanshur, lalu dari Fanshur beliau memulai rihlah ilmiah-nya ke Arabia selama 19 tahun. Kemudian, pasca kepulangannya dari Arabia pada tahun 1662 M beliau turut mewarnai geliat keislaman sebagai Ulama terkemuka dan perpolitikan di Aceh dengan menjadi seorang Qadhi Istana Kesultanan Aceh. Beliau pula banyak menghasilkan karya dan pemikirannya bagi perkembangan Islam, salah satunya Tarjuman Al-Mastafiid, Miratuth Thullab, Al Mawaa’zh Al Badii’ah dan lainnya. Dapat terlihat bahwa betapa besar peran dan pengaruh al-Sinkili dalam berbagai bidang bagi perkembangan Islam di Nusantara terkhusus Aceh, namun, batasan penelitian penulis pada mini riset ini berfokus pada pemikiran al-Sinkili dengan judul “Biografi Intelektual ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili”.
Ada tiga permasalahan dan tujuan yang ingin digali dan dicapai dalam penelitian ini, yaitu pertama, membahas mengenai riwayat hidup al-Sinkili, kedua, membahas mengenai karya-karya al-Sinkili secara historis baik kronologis maupun klasifikasi karya beliau, ketiga, membahas mengenai pemikiran-pemikiran al-Sinkili yang begitu banyak berperan dan memberikan pengaruh bagi masyarakat atau muslim Aceh dan murid-muridnya dalam Tarekat Syathariyah.
Dalam penelitiannya, secara metodologis penelitian ini mengikuti prosedural penelitan sejarah yang meliputi berbagai tahap dari mulai heuristik (pengumpulan sumber) baik melalui hasil penelitian filologi mengenai karya al-Sinkili, serta berbagai sumber-sumber penunjang lain selama tahap heuristik berlangsung, kemudian setelah terkumpul sumber kemudian di kritik, kemudian memasuki tahap interpretasi (penafsiran atas sumber), dan dirampungkannya melalui tahap historiografi (penulisan karya sejarah).
Hasil penelitian ini menunjukan betapa besarnya peran al-Sinkili beserta pengaruhnya bagi geliat perkembangan Islam di Nusantara khususnya Aceh, betapa mempuninya kapasitas intelektual keilmuannya, dan betapa luas pemikiran-pemikirannya yang terakumulasi dan termanifestasi dalam karya-karyanya yang cukup monumental dan historis. Dimana pemikiran-pemikiran al-Sinkili yang cukup penting adalah meliputi rekonsiliasi tasawuf dan syariah, ketuhanan dan alam, insan kamil, serta tarekat yaitu Tarekat Syathariyah.


Untuk membacanya lebih lanjut: https://uinsgd.academia.edu/Hendrokartika

brainly.co.id

Tidak ada komentar: