MINI RISET : BIOGRAFI ABDURRAUF SINGKEL
ABSTRAK
‘Abd
al-Ra’uf bin Ali al-Jawi al-Fansuri al-Sinkili merupakan salah satu ulama terkemuka asal Aceh yang
mewarnai perkembangan Islam di Nusantara-Melayu pada abad ke-7 M. Beliau lahir
pada tahun 1615 M di Sinkil, Aceh, sedang Ayah beliau
bernama Syekh Ali Fansuri, yang telah lama tinggal dan menetap di daerah
Fanshur (Barus). Dari ayahnya lah al-Sinkili memulai pendidikan pertamanya
dalam mempelajari ajaran dan ilmu keislaman, yang kemudian melanjutkannya ke
Fanshur, lalu dari Fanshur beliau memulai rihlah
ilmiah-nya ke Arabia selama 19 tahun. Kemudian, pasca kepulangannya dari Arabia
pada tahun 1662 M beliau turut mewarnai geliat keislaman sebagai Ulama
terkemuka dan perpolitikan di Aceh dengan menjadi seorang Qadhi Istana
Kesultanan Aceh. Beliau pula banyak menghasilkan karya dan pemikirannya bagi
perkembangan Islam, salah satunya Tarjuman Al-Mastafiid, Miratuth Thullab, Al Mawaa’zh Al Badii’ah dan lainnya.
Dapat terlihat bahwa betapa besar peran dan pengaruh al-Sinkili dalam berbagai
bidang bagi perkembangan Islam di Nusantara terkhusus Aceh, namun, batasan
penelitian penulis pada mini riset ini berfokus pada pemikiran al-Sinkili
dengan judul “Biografi Intelektual ‘Abd al-Ra’uf al-Sinkili”.
Ada tiga permasalahan dan tujuan yang ingin
digali dan dicapai dalam penelitian ini, yaitu pertama, membahas mengenai riwayat hidup al-Sinkili, kedua, membahas mengenai karya-karya
al-Sinkili secara historis baik kronologis maupun klasifikasi karya beliau, ketiga, membahas mengenai
pemikiran-pemikiran al-Sinkili yang begitu banyak berperan dan memberikan
pengaruh bagi masyarakat atau muslim Aceh dan murid-muridnya dalam Tarekat
Syathariyah.
Dalam
penelitiannya, secara metodologis penelitian ini mengikuti prosedural penelitan
sejarah yang meliputi berbagai tahap dari mulai heuristik (pengumpulan sumber)
baik melalui hasil penelitian filologi mengenai karya al-Sinkili, serta berbagai
sumber-sumber penunjang lain selama tahap heuristik berlangsung, kemudian
setelah terkumpul sumber kemudian di kritik, kemudian memasuki tahap interpretasi
(penafsiran atas sumber), dan dirampungkannya melalui tahap historiografi
(penulisan karya sejarah).
Hasil
penelitian ini menunjukan betapa besarnya peran al-Sinkili beserta pengaruhnya
bagi geliat perkembangan Islam di Nusantara khususnya Aceh, betapa mempuninya
kapasitas intelektual keilmuannya, dan betapa luas pemikiran-pemikirannya yang
terakumulasi dan termanifestasi dalam karya-karyanya yang cukup monumental dan
historis. Dimana pemikiran-pemikiran al-Sinkili yang cukup penting adalah
meliputi rekonsiliasi tasawuf dan syariah, ketuhanan dan alam, insan kamil,
serta tarekat yaitu Tarekat Syathariyah.
Untuk membacanya lebih lanjut: https://uinsgd.academia.edu/Hendrokartika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar