“Meraih
Kegemilangan Melaui Pendidikan”
(Refleksi
Sejarah Untuk Meraih Esensi Pentingnya Pendidikan)
Bismillah...
Seiring berjalannya waktu, hari demi hari, bulan
demi bulan, tahun demi tahun, dan zaman demi zaman, peradaban semakin maju dan
hidup menjadi semakin sulit, tantangan serta daya saing pun semakin tinggi.
Modal utama yang patut untuk dimiliki di zaman yang demikian kompleks dengan
modernitasnya yang tinggi ini adalah pendidikan (education), kemampuan (skill), dan pengetahuanlah (knowledge) yang menjadi aspek penentu bagi keberhasilan dimasa mendatang.
Pendidikan merupakan sarana yang cukup sentral untuk
mengasah kemampuan serta pengetahuan intelektual diri, dimana selama mengenyam
bangku pendidikan, akan banyak sekali hal yang akan kita dapatkan yang tentunya
tidak akan kita dapatkan di luar institusi pendidikan. Maka, sudah sepantasnya kita berfikir bahwa
pendidikan itu amatlah penting terutama dalam menjalani kehidupan, sebagai mana
yang diungkapkan oleh Daoed Joesoef (LPPKS), bahwa “pendidikan merupakan segala
bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai
dengan martabat manusia.”
Dalam catatan sejarah, pendidikan menjadi salah satu
aspek terpenting bagi penunjang kemajuan dan kejayaan suatu bangsa dan peradaban, hari ini 1.200 tahun yang lalu umat Islam telah membuktikannya,
dimana dengan dukungan penuh terhadap kemajuan intelektual dan pendidikan, umat
Islam telah merajut sejarah kegemilangannya sebagai suatu bangsa yang maju dan
berkebudayaan tinggi, dimana yang kita kenal dengan masa keemasan atau
kegemilangan (The Golden Age). Bagi
umat Islam, pentingnya pendidikan dan pengetahuan bukanlah sesuatu yang baru, bahkan
“mencari ilmu dan pengetahuan hukumnya wajib bagi seorang muslim”, karena Islam
sebagai agama dan system atau jalan hidup (way
of life) telah memberikan motivasi yang sangat jelas bagi setiap pemeluknya agar berkarya untuk mencapai kemajuan dan kejayaan, kemajuan dan kejayaan itu tidak mungkin
dapat di capai begitu saja tanpa wawasan dan ilmu pengetahuan yang memadai, sedangkan wawasan dan ilmu pengetahuan
tentunya tidak akan mungkin bisa diperoleh tanpa proses pendidikan.
Agama Islam melalui Rasulullah telah menjelaskan
betapa pentingnya menuntut ilmu dan belajar yang tentunya dapat di raih melalui
sarana pendidikan, seagaimana hadis Rasulullah yang berbunyi “tuntutlah ilmu
mulai dari buaian hingga liang lahat” (HR. Bukhori). Nabi juga menyatakan bahwa
“tinta seorang sarjana (penuntut ilmu) lebih suci dari pada darah syuhada”,
bahkan salah satu yang kelak akan mendapatkan syafaat pada hari akhir (HR. Ibn
Majah).
Betapa pentingnya pendidikan saat ini, tanpa
perjuangan pendidikan mungkin kita tidak akan dapat merdeka untuk saat ini,
karena sebagian besar keberhasilan menuju kemerdekaan adalah pendidikan yang
dapat menghasilkan pemuda-pemudi yang kritis, idealis, dan berwawasan luas.
Setiap 2 Mei kita telah biasa memperingati hari Pendidikan Nasional, yang
dinisbatkan kepada tokoh pelopor pendidikan nasional Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara
atau Raden Mas Soewardi Suryadiningrat yang tepat lahir pada 2 Mei 1889. Dengan
alur pembuktian sejarah yang sedemikian terang, maka sudah jelas dapat kita
simpulkan bahwa pendidikan amatlah penting, terutama bagi kita sebagai
pemuda-pemudi Indonesia, karena jika pendidikan tidak begitu penting dan tidak
dapat membawa perubahan besar, mengapa dahulu tokoh-tokoh pendidikan nasional
bangsa kita sampai mati-matian memperjuangkan hak untuk mengenyam pendidikan,
seperti R.A. Kartini, Dewi Sartika, K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Ahmad Dahlan, dan
masih banyak tokoh lainnya.
Wallahu a'lam...
Foto ketika KKN di Desa Rawabogo, Ciwidey dahulu.

1 komentar:
Keren bro
Posting Komentar