Jumat, 03 Juli 2020

HISTORIOGRAFI ISLAM

Historiografi Arab Pra-Islam

Pengertian sejarah secara bahasa (etimologi) berasal dari kata syajarah dari bahasa Arab, yang berarti “pohon kehidupan, akar, keturunan, dan asal-usul.” Dinamakan demikian karena pada awal perkembangannya sejarah pada masa klasik, berfokus untuk menelusuri asal-usul dan genelogi yaitu nasab atau keturunan. (Badri Yatim, 1997: 27-29) Dalam bahasa Yunani, berasal dari kata historia yang berarti orang pandai atau penelitian, kemudian ada history dalam bahasa Inggris yang artinya events in the past atau (peristiwa masa lalu). (Sulasman, 2014: 15-16)

Secara istilah (terminology), sejarah merupakan peristiwa penting yang terjadi dimasa lalu yang dilakukan oleh manusia atau rekonstruksi masa lalu secara singkatnya. Sedang secara menyeluruh dapat kita simpulkan bahwa Sejarah tidak terlepas dari kata peristiwa, umat manusia, dan masa lalu.

Penulisan sejarah atau historiografi pada masa Arab Pra-Islam, diwarnai dengan tradisi yang menyerupai sejarah lisan, yang dikenal dengan al-Ayyam dan al-Anshab. keduanya mewarnai corak historiografi masa setelahnya, terutama Historiografi Islam.

a.       Ayyam al-Arab

Al-Ayyam disebut juga hari-hari penting atau peperangan, masyarakat Arab mengabadikan peristiwa penting mereka yang sebagian besar merupakan peristiwa perang kedalam sebuah syair atau prosa. Beberapa peristiwa penting yang tercatat, seperti: Perang al-Basus (5M), Dahis, al-Ghabra, dan Yawm Fujjar (terjadi pada bulan-bulan haram). (Badri Yatim, 1997: 29-30)

Perlu kita ketahui bahwa seiring berjalannya waktu hingga Islam hadir di tanah Arab dan mengawali kebangkitannya, tradisi Al-Ayyam ini masih tetap berlangsung dan banyak mempengaruhi langgam penulisan sejarah Islam pada masa berikutnya. Hal ini senada dengan pendapat para ahli sejarah Islam yang sepakat bahwa istilah “ilm al-tarikh” atau historiografi Islam, betul-betul berangkat dan berakar dari tradisi khabar yang biasa berkembang di kalangan masyarakat Arab sebelum Islam, atau yang biasa dikenal ayyam al-Arab, yakni cerita peristiwa (peperangan) suku-suku mereka bangsa Arab. (Ajid Thohir, 2012: 432)

b.      Al-Anshab

Bentuk tradisi Arab pra-Islam yang mengandung informasi sejarah lainnya adalah al-anshab (silsilah atau genelogi). Sejak masa jahiliyah masyarakat Arab sangat memperhatikan dan memelihara pengetahuan mengenai nasab (garis keturunan). Nasab juga pada masyarakat Arab pra-Islam dikaitkan dengan syair, dimana topik-topik utama syair pada saat itu berkaitan dengan masalah nasab. (Badri Yatim, 1997: 37-38)

Hapalan terhadap nasab pada masyarakat Arab, sesuadah Islam datang, mempunyai kedudukan tersendiri dalam sejarah, sehingga perhatian masyarakat Arab terhadap kajian genelogi ini terus berlanjut hingga Islam datang. Bahkan, tradisi Al-Ansab ini setelah hadirnya Islam menjadi cikal-bakal dalam mengembangkan tradisi ketokohan seseorang. Karena salah satu keberadaan status sosial seseorang terletak pada garis keturunannya. Tradisi penulisan Al-Ansab ini, kelak akan memberikan pengaruh dalam membentuk jalur-jalur genelogi keilmuan atau sanad-sanad keilmuan serta telah menunjang bagi pola penulisan biografi dan hagiografi dalam sejarah Islam. (Ajid Thohir, 2012: 436)

Saya membuat gambar yang menyajikan secara infografis dan lebih singkat agar lebih muda dipahami.

@hendro_kawan


Tidak ada komentar: