Jumat, 15 Mei 2020

AKTIVITAS DAKWAH K.H. MUHAMMAD YAHYA DI CIMAHI TAHUN 1947-2009



Aktivitas Dakwah K.H. Muhammad Yahya di Cimahi Tahun 1947-2009

Hendro Kartika J, Ajid Thohir
Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstract

K.H. Muhammad Yahya (commonly known as Abuya Sepuh or Abuya Mamad) is an Islamic scholar from Cimahi. He is a Da'i, Murshid Tariqah, and also a Judge in the Religious Courts. He was the founder of Pesantren Darussurur Cimahi, and extensively wrote Sundanese nadhom, and participated in spreading the Islamic da'wah in the City of Cimahi. He contributed to education, social, religion, and Islamic da’wah. This study aims at finding out the biography of K.H. Muhammad Yahya and his Da'wah Activities in Cimahi. The method used is a historical research method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Based on the results of the study, it can be concluded that, first, K.H. Muhammad Yahya was born in 1917 and died in 2009 in the Main Village, Cimahi. He is the son of K.H. Muhammad Azhari and Hj. Khadijah, his nasab through his father reached Maulana Syarif Hidayatullah. His educational genelogy was formed from the environment and education he got from various teachers, such as Habib Ali al-Attas (Jakarta), Habib Abdullah Bilfaqih (Malang), Muhaddist Assayid Alwi bin Abbas al-Malik (Mecca), K.H. M. Kurdi (Cibabat), K.H. M. Zarkasyi (Cibaduyut). Second, the da'wah activities K.H. Muhammad Yahya in Cimahi covers several aspects and media, namely da’wah through educational institutions with the establishment of pesantren Darussurur (1947-2009), da’wah through religious teachings (1947-2009), da’wah through Tariqah (TQN) (1960s), and da’wah through writing (1979-2009), in which he wrote and translated Arabic books composed in the form of Sundanese nadhom, such as Nadhom Shoibul Iman, Aqidatul awam, Lawang Setan, and many others.


Keywords: Ulama Biography, Educational Geneology, Da'wah Activity, Ahlussunnah wal Jama'ah, Cimahi

Abstrak

K.H. Muhammad Yahya (Abuya Sepuh atau Abuya Mamad) merupakan ulama yang berasal dari Cimahi. Beliau merupakan seorang Da’I, Mursyid Thariqah, dan juga Hakim di Pengadilan Agama. Beliau merupakan pendiri Pondok Pesantren Darussurur Cimahi, dan banyak menulis nadhom-nadhom Sunda, serta turut serta dalam mewarnai percaturan dakwah Islam di Kota Cimahi. Kontribusi beliau meliputi aspek pendidikan, sosial, keagamaan, dan dakwah keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana biografi K.H. Muhammad Yahya dan Aktivitas Dakwah beliau di Cimahi. Metode yang digunakan ialah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, pertama, K.H. Muhammad Yahya lahir pada tahun 1917 dan meninggal pada tahun 2009 di Desa Utama, Cimahi. Beliau merupakan anak dari K.H. Muhammad Azhari dan Hj. Khadijah, nasab beliau melalui ayahnya sampai pada Maulana Syarif Hidayatullah. Genelogi keilmuan beliau terbentuk dari lingkungan dan pendidikan yang beliau lalui dari berbagai guru, seperti Habib Ali al-Attas (Jakarta), Habib Abdullah Bilfaqih (Malang), Muhaddist Assayid Alwi bin Abbas al-Malik (Mekah), K.H. M. Kurdi (Cibabat), K.H. M. Zarkasyi (Cibaduyut). Kedua, Aktivitas dakwah K.H. Muhammad Yahya di Cimahi meliputi beberapa aspek dan media yaitu dakwah melalui lembaga pendidikan, dengan didirikannya Pondok Pesantren Darussurur (1947-2009), dakwah melalui ceramah keagamaan (1947-2009), dakwah melalui thariqah (TQN) (1960-an), dan dakwah melalui tulisan (1979-2009), dimana beliau banyak menulis dan menerjemahkan kitab-kitab berbahasa Arab, digubah kedalam nadhom-nadhom Sunda, seperti Nadhom Shoibul Iman, Aqidatul Awam, Lawang Setan, dan lainnya.

Kata Kunci: Biografi Ulama, Sanad Keilmuan, Aktivitas Da'wah, Ahlussunnah wal Jama'ah, Cimahi



K.H. Muhammad Yahya

Makam K.H. Muhammad Yahya

Untuk membacanya lebih lanjut: https://uinsgd.academia.edu/Hendrokartika

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Masyaallah